Jembatan
Ciputrapinggan yang menghubungkan jalan nasional di Kabupaten Pangandaran
akhirnya diresmikan oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati
Adang Hadari.
Sebelum
jembatan pengganti dibangun, Jembatan
Ciputrapinggan yang merupakan urat nadi bagi perekonomian dan
pariwisata di Pangandaran ini ambruk akibat diterjang arus sungai yang meluap.
Akhirnya akses jalan baik menuju ke Pangandaran maupun dari Pangandaran ke
daerah lain sempat terputus.
Maka
untuk memulihkan kembali perekonomian dan pariwisata yang sempat lumpuh,
pemerintah daerah meminta untuk dibangunnya dua jembatan bailey atau jembatan
darurat supaya akses jalan penghubung bisa pulih kembali.
"Ketika saya dan pak H Adang tengah menjalankan amanah menjadi
Bupati dan Wakil Bupati di Kab Pangandaran kurang lebih 8 bulan, tiba-tiba
jembatan Ciputrapinggan ambruk. Dalam 45 hari perekonomian di Pangandaran
lumpuh dan menurun drastis," ungkap Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata
saat akan meresmikan dan membuka jembatan Ciputrapinggan, Kamis, 11 Januari
2018.
Kuat tekanan mencapai 115 persen
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Bina
Marga Provinsi Jawa Barat Kementerian PU PR, Kadimin didampingi pihak
kontraktor, Erwin Rahdiawan, dia mengatakan, bahwa pengganti jembatan Ciputrapinggan
sudah selesai di bangun dan memiliki kuat tekanan hingga mencapai 115
persen.
"Setelah dilakukan hammer test dan uji
laboratorium dan berdasarkan hasil uji dari lembaga independen, kuat tekanan
sudah melebihi dari spesipikasi yakni 115 persen," ujarnya, seraya dirinya
menambahkan, hasil tersebut, menurut Kadimin diluar rencana awal yang hanya
mencapai 100 persen.
"Kuat tekanan jembatan mencapai 34,5
Mpa, yang awalnya cuma 29 Mpa. Jadi lebih dari sempurna," ucap Kadimin
yang juga ikut menyaksikan peresmian jembatan Ciputrapinggan.
Kadimin mengatakan, perluasan lahan di
samping kiri jembatan sepanjang 10 meter dan samping kanan 10 meter, statusnya
untuk pemanfaatan bersama. Lahan tersebut kata Kadimin bisa digunakan oleh
pemerintah daerah untuk membuat taman sebagai daya tarik wisatawan sebagai
daerah pariwisata.
"Terserah lahan yang 10 meter itu mau
dibuat apa oleh pemerintah daerah untuk daya tarik wisatawan. Hanya saya nanti
apabila lampu mercury nya sudah terpasang, pembayaran rekening dibebankan ke
Pemda Pangandaran," ujarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar